Senin, 15 Februari 2021

Lakukan Hal Ini Jika Mobil Tidak Bisa Distarter


Mobil tidak bisa distarter jelas menjadi masalah yang serius. Untunglah tidak ada mobil dengan kondisi seperti ini di situs jual mobil bekas murah yang terpercaya, seperti mocil. Jadi jika Anda berencana untuk membeli mobil bekas tidak perlu khawatir dengan masalah ini.

Namun, bagaimana jika yang mengalami masalah ini justru mobil yang saat ini sedang Anda gunakan? Pastinya menyebalkan sekali, kan?

Sebelum membahas lebih jauh, Anda harus memahami akar penyebab mobil tidak bisa distarter. Di antaranya yaitu aki mulai lemah, dinamo tidak berfungsi dengan baik, kabel busi sudah rusak,  injektor kotor dan kompresi silinder rusak. 

Lalu apa saja yang harus dilakukan agar mobil nyala kembali? 

1. Mengecek Kondisi Aki 

Aki merupakan komponen penting dalam sistem kelistrikan. Apabila tidak berfungsi dengan baik maka mobil tidak akan bisa distarter. Anda harus memeriksa kondisinya terlebih dahulu. 

Apakah air di dalamnya masih dalam batas aman, atau justru sudah menipis? Selain itu periksa juga tegangan listrik, barangkali korslet atau putus. Periksa juga usia aki yang Anda gunakan terutama untuk aki kering. Jika memang sudah lama, bisa jadi masalahnya karena aki memang sudah terlalu tua sehingga kualitasnya berkurang.

2. Memeriksa Kondisi Fuel Pump 

Apabila ternyata tidak ada masalah pada aki, maka selanjutnya Anda harus beralih ke fuel pump yang ada di layar Multi Information Display pada dashboard. Lihat Indikator check engine speedometer yang tertera. 

Mobil tidak akan bisa distarter jika komponen tersebut kotor, sehingga Anda harus membersihkannya secara detail. Mintalah bantuan montir untuk mengatasinya. 

3. Mengontrol Keadaan Karburator 

Karburator posisinya sama dengan aki yang berfungsi sebagai sirkulasi udara dan bahan bakar ke dalam mesin mobil. Apabila kondisinya kotor, maka akan menyumbat proses starting sehingga mobil tidak bisa menyala. 

Kalau sudah seperti ini, mau tidak mau Anda harus membersihkannya, karena pada dasarnya semua komponen mobil saling berkaitan, jika satu kotor akan mempengaruhi kinerja yang lain. 

4. Memeriksa Kondisi Sekring 

Cara selanjutnya Anda bisa memeriksa kondisi sekring yang pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu kutub positif dan negatif. Anda bisa melakukannya setelah mengecek karburator dan aki. Pastikan kedua kabel baik positif atau negatif tidak putus dan tegang.

5. Mengecek Dinamo Starter

Jika mobil tidak bisa menyala, kemungkinan ada masalah di dinamo startnya yang berfungsi sebagai penggerak roda pada dapur pacu sehingga mesin bisa beroperasi dengan normal. Jadi Anda harus memeriksanya apakah ada masalah yang menjadi penyebab mobil tidak bisa menyala ketika distarter. 

Jika tidak ingin masalah tersebut terjadi, maka Anda harus merawat mobil kesayangan secara rutin setiap bulannya. Walaupun secara sekilas masih normal, tetap harus dicek. Anda tidak akan tahu kapan mobil bermasalah, bisa saja saat genting. Pasti tidak ingin hal ini terjadi kan? 

Rabu, 06 Januari 2021

Wajib Lakukan Ini Agar Ban Mobil Lebih Awet


Tidak ada salahnya memang membeli mobil bekas dengan alasan harga mobil bekas lebih miring dibandingkan yang baru. Namun, perlu diingat juga bahwa perawatan komponen-komponen mobil yang perlu dilakukan akan sedikit lebih ekstra. Salah satu komponen mobil yang dimaksud adalah ban. Penyebabnya adalah ban merupakan penentu layak atau tidak layak sebuah mobil boleh beroperasi. Selain itu, ban juga memiliki peran atas stabilitas laju kendaraan sekaligus faktor utama keselamatan berkendara. Untuk itu, lakukan hal-hal berikut ini bila Anda ingin ban mobil Anda memiliki usia pakai yang panjang.

1. Periksa tekanan angin pada ban mobil

Mengisi tekanan angin ban sesuai dengan yang dianjurkan dan kebutuhan tidak hanya berdampak pada usia pakai ban, tetapi juga keselamatan berkendara. Tekanan angin yang terlalu tinggi berpotensi menyebabkan mobil mengalami selip, sementara tekanan terlalu rendah dapat menyebabkan pecah ban. Itulah sebabnya, cek buku manual mobil dan pastikan tekanan angin ban sudah sesuai.

2. Merotasi ban mobil

Hal lain yang kerap dilupakan oleh orang-orang yang memiliki mobil adalah merotasi ban. Padahal, aktivitas merotasi ban mobil ini dilakukan untuk memperpanjang umur pemakaian ban. Sebagaimana diketahui bersama, ban bagian depan umumnya memiliki gesekan lebih banyak, sehingga ban bagian ini akan lebih cepat botak. Maka dari itu, merotasi ban depan dengan ban belakang setiap 7.500 hingga 10.000 kilometer perlu Anda lakukan sebelum ban menjadi botak.

3. Spooring dan balancing

Spooring merupakan pengaturan untuk mengembalikan posisi atau arah ban agar kembali lurus seperti setting awal pabrik. Sementara balancing adalah penambahan timah kecil pada area ban untuk membuat bebannya menjadi seimbang. Penentuan penambahan timah ini akan didasarkan pada hasil analisa dengan menggunakaan alat khusus. Tidak hanya bermanfaat untuk menjaga keawetan ban, melakukan spooring dan balancing juga bisa berpengaruh paada kenyamanan berkendara.

4. Memerhatikan ukuran ban

Keselarasan ukuran ban perlu mengikuti bentuk badan dan beban mobil. Jangan sampai Anda memakai ban yang terlalu kecil dari ukuran serta beban yang dapat diangkut oleh mobil. Sebab dengan melakukan ini, Anda sama saja memperpendek usia ban mobil Anda. Untuk itu, perhatikanlah ukuran ban ketika akan diganti. 

5. Melakukan pengecekan visual secara rutin

Pengecekan visual juga merupakan hal lain yang perlu dilakukan secara teratur. Caranya adalah dengan memastikan tidak adanya benjolan atau kerusakan pada dinding ban secara menyeluruh. Kemungkinan buruk dari beberapa masalah ini adalah ban mobil yang meledak. Untuk itu, jangan lewatkan melakukan satu hal ini, ya. 

Demikianlah sederet perawatan yang perlu dilakukan demi memiliki ban mobil yang tahan lama dan juga aman serta nyaman untuk berkendara. Semoga bermanfaat!