Minggu, 27 Oktober 2019

Puasa Bulan Dzulhijjah: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan


Bulan ini umat Islam akan menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, bulan yang penuh berkah dan pahala. Ada beberapa ibadah sunnah yang dinanti umat Islam, yaitu puasa bulan Dzuhijjah.

Ibadah puasa apa saja yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah? Berikut ini akan kita bahas selengkapnya keutamaan puasa bulan Duzlhijjah beserta amalan yang bisa dilakukan untuk menyempurnakannya.

1. Diperbolehkan Puasa dari Tanggal 1-9 Dzulhijjah


Umat muslim diperbolehkan untuk melaksanakan puasa Dzuhijjah sejak hari pertama bulan Dzulhijjah. Puasa bisa dilakukan hingga tanggal 9 Dzulhijjah.

Ibadah puasa yang dikatakan paling utama di bulan ini adalah puasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

2. Keutamaan Puasa Dzulhijjah


"Bahwa Rasulullah SAW biasanya berpuasa 9 hari Dzulhijah, hari 'Ashuraa', 3 hari setiap bulan yaitu Senin pertama dan 2 Kamis terawal." (HR Abu Daud)

"Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini," (HR At-Tirmidzi).

Beberapa hadits menyebutkan bahwa 10 hari atau sebagiannya pada bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Umat muslim juga disunahkan melaksanakan puasa seperti yang Rasulullah pernah lakukan.

3. Bisa Melebur Dosa Selama Setahun Sebelum dan Sesudahnya


Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa melaksanakan puasa di bulan Dzulhijjah pahalanya sama besar dengan orang yang meninggal di jalan Allah di medang perang atau mati Syahid. Jika dilaksanakan dengan ikhlas, puasa ini juga bisa melebur dosa selama setahun sebelum dan sesudahnya.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah, Rasullullah SAW bersabda:

"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya." (HR. Imam Muslim)

4. Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzuhijjah


Umat muslim disarankan untuk melakukan berbagai amal baik di bulan Dzulhijjah, karena pahalanya akan dilipat gandakan. Amalan-amalan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memperbanyak doa
  • Memperbanyak zikir
  • Memperbanyak takbir dan menyebut nama Allah Melantunkan shalawat kepada para Nabi dan Rasul.
  • Naik haji (bagi yang mampu)
  • Menyembelih hewan kurban saat Idul Adha dan dibagikan kepada yang membutuhkan
  • Mendirikan salat sunnah, terutama salat taubat

Bagi yang mampu secara fisik maupun ekonomi, tunaikanlah Rukun Islam ke lima yakni naik haji. Jangan lupa untuk menunaikan umrah dan melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah, terutama di hari Arafah.

Sembelihlah hewan kurban dan bagikan dagingnya ke orang-orang sekitar yang membutuhkan di hari raya Idul Adha dan 3 hari tasryik.

Dirikanlah salat sunnah terutama salat taubat dan mintalah ampun ke yang Maha Kuasa. Perbanyak melakukan amal dan urungkan niat untuk memotong kuku serta rambut bagi Anda yang berniat kurban.

Rasullah bersabda, "Jika kamu melihat hilal bulan Dzuhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya," (HR. Muslim dan lainnya)
".... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan..." (QS. AL-Baqarah, 196).

Demikian keutamaan melaksanakan puasa bulan Dzulhijjah dan amalan-amalan yang bisa dilakukan selama bulan tersebut.

Selasa, 22 Oktober 2019

Konsumsi Daun Ketumbar Bisa Bikin Awet Muda


Selama ini Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang khasiat anti-aging yang dimiliki goji berry atau teh hijau yang sangat hype di dunia kecantikan. Soal daun ketumbar yang bisa bikin awet muda, bisa jadi malah belum akrab di telinga.

Betul sekali, daun ketumbar (Coriandrum sativum) yang juga dikenal dengan nama cilantro memiliki khasiat antipenuaan luar biasa. Berikut ini akan kita bahas selengkapnya seperti dilansir Healthline.

1. Konsumsi Daun Ketumbar Merangsang Kolagen


Kolagen adalah protein yang paling umum ditemukan dalam tubuh manusia. Kulit dengan kadar kolagen yang sehat tak hanya tampak lebih muda, tetapi juga lebih kuat.

Produksi kolagen di dalam tubuh bisa dirangsang dengan banyak cara. Salah satunya dengan mengonsumsi daun ketumbar. Rempah ini mengandung vitamin C yang bisa merangsang produksi kolagen.

2. Daun Ketumbar Mengandung Antioksidan Anti-aging


Daun ketumbar merupakan sumber asam linolenat yang berperan sebagai faktor antipenuaan kuat untuk kulit Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap binatang membuktikan bahwa ekstrak daun ketumbar bisa melawan penuaan kulit. Penuaan umumnya disebabkan karena radikal bebas. Sementara asam linolenat di dalam daun ketumbar akan melawan radikal bebas di dalam darah.

3. Mampu Melindungi Kulit dari Sinar UV B


Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Medicinal Food pada tahun 2015 telah membuktikan kalau ekstrak daun ketumbar memiliki khasiat mencegah kerusakan kulit akibat radiasi sinar ultra violet B.

Konsumsilah daun ketumbar secara teratur untuk mendapatkan manfaat antipenuaan. Anda bisa memasukkannya di dalam salad, sup, atau masakan lainnya. 

Minggu, 20 Oktober 2019

Istirahat Sehari Sangat Penting Dilakukan Pada Rutinitas Olahraga


Ketika kamu mulai mencoba untuk menerapkan olahraga sebagai rutinitas, jangan melakukannya terus setiap hari. Istirahat merupakan sebuah hal yang diperlukan tubuh dan sama pentingnya dengan berolahraga.

Adanya satu hari istirahat merupakan hal yang penting pada rutinitas olahraga yang kamu terapkan. Adanya waktu istirahat ini membuat kamu memiliki peluang lebih baik dalam membangun otot dan meningkatkan kecepatan serta bisa membantu menurunkan berat badan.

Dilansir dari Medical Daily, tubuh disebut bakal lebih baik dalam melakukan olahraga jika beristirahat secara tepat. Waktu ini bisa digunakan untuk memulihkan tubuh serta menyegarkan kembali pikiran.

Jika tubuh tidak beristirahat secara layak, kondisi kognitif tubuh dan fisik bakal tidak prima. Hal ini juga bisa membuat tingkat stres jadi meningkat dan kamu mengalami perubahan mood mendadak dan kekuatan otot yang menurun.

Ketika kamu menerapkan rutinitas olahraga, kita tidak boleh berolahraga secara terus-menerus setiap hari. Sebaiknya gunakan dua hari pertama untuk berolahraga dan kemudian beristirahat pada hari ketiga.

Jika sudah terbiasa dengan rutinitas olahraga yang dilakukan, hari istirahat ini bisa dilakukan usai seminggu. Selain itu sebaiknya ada satu minggu khusus untuk mengurangi beban latihan agar tubuh bisa beristirahat. Istirahat seminggu ini sebaiknya dilakukan setiap delapan minggu sekali.

Pada saat hari istirahat, hal yang kamu lakukan bisa sangat tergantung dengan seberapa intens sesi olahraga yang kamu lakukan. Jika kamu berolahraga setiap hari, pada hari istirahat kamu sebaiknya mengistirahatkan tubuh secara total. Sebaiknya hindari pekerjaan fisik pada hari ini.

Namun jika kamu merupakan seseorang yang masih belum rutin berolahraga, sebaiknya gunakan hari istirahat dengan lebih aktif. Kamu bisa melakukan olahraga rekreasi, melakukan yoga atau jogging untuk membuat tubuh tetap aktif.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Banyak Orangtua Usia Muda Lebih Peduli Pola Pengasuhan Anak


Perkembangan zaman, menyebabkan terjadinya perubahan pola pengasuhan orangtua kepada anak-anaknya. Pada saat ini, banyak orangtua mencari informasi mengenai parenting di internet.

Platform E-Health Guesehat melakukan survei tentang pola asuh orang tua yang memiliki anak usia 0-9 tahun dari seluruh Indonesia.

Ada 411 ibu yang berpartisipasi. Dapat ditebak bahwa sebagian besar (65,7 persen) ibu mengaku mendapatkan informasi seputar pola asuh dan tumbuh kembang anak melalui media dan internet. Selebihnya (22,1 persen) dari keluarga, serta 5,1 persen dari dokter anak.

Hasil survei juga menunjukkan, para orang tua dengan anak generasi alfa mengaku masalah seputar tumbuh kembang dan pola asuh anak menduduki posisi kedua sebagai tantangan terberat mereka. Menurut psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S. Psi., di satu sisi mereka sudah sangat berlimpah informasi, namun menjadi lebih cemas dengan masalah tumbuh kembang anak.

Dilihat dari pola pengasuhan anak, orang tua milenial sudah meninggalkan gaya pengasuhan otoriter.

Mereka cenderung memberikan lebih banyak keleluasaan atau kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan diri serta mencoba sesuatu yang baru, paparnya.

Orang tua anak generasi alfa kebanyakan berasal dari generasi Y atau generasi milenial. Mereka pun sudah sangat familiar dengan teknologi. Otomatis mereka lebih mudah mencari informasi seputar pola asuh maupun tumbuh kembang anak.

Gaya pengasuhan mereka, ujar Vera, cenderung bergaya drone parenting. Mereka lebih banyak mengawasi dari jauh, sehingga anak bebas menjadi diri sendiri. Anak juga lebih banyak diberikan aktivitas tak terstruktur.

Tantangan Gadget Anak-anak Generasi Alfa, penggunaan gadget yang masif oleh generasi milenial dilanjutkan generasi alfa, akhirnya membawa pengaruh pada pola pengasuhan dan karakteristik anak. Mereka memang lebih kreatif dan mandiri, tetapi cendrung tidak sabaran dan tidak mengenal proses.

Ada istilah yang namanya instant gratification. Jadi, anak-anak ingin segera dipuaskan. Kepingin apa, harus dapat sekarang. Alhasil, mereka jadi gampang bosan, ngambek, dan cranky, ujar psikolog Ajeng Raviando.

Pada survei yang dilakukan GueSehat, sekitar 30,3 persen partisipan mengaku kalau karakter yang paling dominan dirasakan dari anak-anak mereka adalah tidak sabaran. Sedangkan 5,2 persen ibu mengakui anak mereka cenderung individualis.

Rabu, 16 Oktober 2019

4 Masalah yang Masih Mengancam Perlindungan Anak Indonesia


Banyak persoalan terkait anak di Indonesia yang masih belum selesai. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto.

"Hari Anak Nasional tentu tidak hanya menjadi momentum untuk seremoni, ini penting jadi catatan kita, tetapi penting juga untuk menjadi refleksi perbaikan yang lebih baik, kualitas penyelenggaraan perlindungan anak di kemudian hari," kata Susanto.

Berdasarkan catatan KPAI di tahun 2018, setidaknya ada empat kasus yang mereka soroti sebagai pembelajaran terkait perlindungan anak.

1. 1. Pornografi


Isu berbasis siber seperti pornografi masih menjadi masalah bagi anak Indonesia. Susanto mengatakan, ini juga harus menjadi perhatian dari orang dewasa.

"Ini juga menjadi tantangan bagi orang dewasa," kata Susanto dalam temu media di kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menurutnya, momen Hari Anak Nasional yang baru berlangsung beberapa waktu lalu bisa menjadi loncatan untuk perbaikan yang lebih baik.

2. 2. Perceraian


Kasus perceraian masih menjadi salah satu masalah yang juga dihadapi terkait perlindungan anak Indonesia. Susanto mengatakan, dari data Mahkamah Agung di tahun 2018, terjadi 419.268 pasangan yang melakukan perceraian.

"Kita tidak hanya melihat aspek perceraiannya saja, tapi juga penting melihat dampaknya bagi anak," kata Susanto. Dia mengatakan bahwa kasus yang dilaporkan ke KPAI terkait perceraian lebih kompleks dari kelihatannya.

"Masalahnya bukan hanya pendidikan, tapi masalah kesehatan, pemenuhan hak dasar lain, persoalan akses ingin bertemu, memilih sekolah, itu juga menjadi persoalan."

Menurutnya, persoalan terkait perceraian yang telah diungkapkan sebelumnya bisa menjadi sumber konflik bagi orangtua sang anak.

3. 3. Kejahatan Berbasis Siber


KPAI menemukan masih banyak kasus kejahatan berbasis siber. Di sini, mereka menyatakan bahwa seringkali anak merupakan pelaku dari kejahatan itu sendiri.

"Kejahatan berbasis siber ini luar biasa. Anak bukan hanya sebagai korban tetapi juga sering dilibatkan," kata Susanto.

4. 4. Perundungan


Susanto mengatakan bahwa seringkali, seseorang melakukan perundungan tanpa sadar dirinya melakukan perundungan.

"Guru satu mengatakan bahwa itu masuk kategori bullying, tapi guru yang lain belum tentu memaknai itu sebagai bullying. Anak yang satu mengatakan ini hal biasa, tapi yang satu mengatakan stop bullying," katanya.

Oleh karena itu, selain memaksimalkan model sekolah ramah anak, perlindungan anak dan kampanye 'stop bullying' harus menjadi budaya di lingkungan anak, keluarga, dan sekolah.