Minggu, 27 Mei 2018

Belajar sejarah lewat 5 museum ternama di Surabaya


Bicara sejarah, memang tak bisa dilepaskan dari Surabaya. Betapa tidak, di masa lalu Kota Pahlawan pernah menjadi saksi bisu peperangan menumpas penjajah. Masa pendudukan kompeni yang tak sebentar, pada akhirnya membuat Surabaya meninggalkan banyak bangunan bersejarah. Kabar baiknya, gedung-gedung tersebut masih terawat dengan baik sampai sekarang. Bahkan, tak sedikit yang kini difungsikan sebagai museum. Maka dari itu, perkaya wawasan sejarah dengan mampir ke lima museum keren di Surabaya berikut ini.

Monumen Kapal Selam (Monkasel)


Bukan saja bentuknya yang serupa kapal selam, tetapi museum ini benar-benar menempati sebuah kapal selam yang kini tak lagi difungsikan. Kapal selam bernama KRI Pasopati ini didatangkan langsung dari Vladivostok, Uni Soviet hingga dimiliki resmi oleh Indonesia pada 1962. Kapal selam ini lantas resmi dibebastugaskan pada 1989. Kini Monkasel menjadi museum yang memamerkan perjalanan kapal ini berperang melawan penjajahan.

Museum Surabaya


Museum ini menempati Gedung Siola yang berdiri sejak 1977. Gedung ini terbilang memiliki sejarah panjang, sejak kali pertama dibangun oleh Robert Laidlaw sebagai pusat perdagangan. Sempat jatuh ke tangan Jepang, hingga kemudian dikelola oleh Pemkot Surabaya. Gedung ini pun kembali difungsikan sebagai pusat dagang dengan nama SIOLA, yang tak lain diambil dari huruf awal nama lima orang pengusaha di sana. Kini, Gedung Siola dijadikan Museum Surabaya, yang banyak memamerkan artefak kuno juga benda-benda legendaris yang berkaitan dengan sejarah Surabaya.

Museum WR Soepratman


Namanya WR Soepratman harum sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, tetapi hanya sedikit orang yang tahu jika ada museum yang mengulas tentang kiprahnya. Di rumah bekas kakaknya, yang kemudian ditempati Soepratman pada 1953 sebagai lokasi persembunyian dari kepungan Belanda, Museum WR Soepratman berada. Tepat di depan museum ini terdapat patung WR Soepratman sedang bermain biola.

Museum 10 November


Guna mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945, dibangun sebuah monumen bernama Tugu Pahlawan. Menariknya, tepat di bawah tugu tersebut terdapat sebuah Museum 10 November. Ada banyak sekali diorama perang, bahkan rekaman asli suara Bung Tomo saat menggelorakan perjuangan arek-arek Suroboyo bisa diketahui langsung di sana. Adanya film dokumenter, hingga beragam senjata rampasan perang, kian melengkapi koleksi museum ini.

House of Sampoerna



Dibangun pada 1858, gedung yang kental dengan arsitekur kolonial Belanda, dulunya adalah tempat panti asuhan. Pada 1893 gedung ini lantas dibeli oleh Liem Sieng Tee untuk dijadikan sebagai pabrik rokok Sampoerna. Sekalipun pabrik masih aktif beroperasi, tetapi bagian gedung ini difungsikan sebagai museum bernama House of Sampoerna. Selain berisikan proses produksi rokok, museum ini juga menjadi sentra oleh-oleh khas Surabaya.

0 komentar:

Posting Komentar